Antara Alat dan Kualitas: Menelusuri Akar Historis Computational Thinking dan Deep Learning (seri Trifecta Pendidikan)

·

·

Berikut adalah perbandingan sejarah antara Computational Thinking (CT) dan Deep Learning (DL) dalam konteks pedagogi

Garis Waktu Perbandingan Sejarah

EraSejarah Computational Thinking (CT)Sejarah Deep Learning (DL – Pedagogi)
1970-an(Belum ada istilah formal CT). Fokus pada pemrograman dasar.1976 (Kelahiran): Ference Marton & Roger Säljö memperkenalkan istilah Deep vs Surface approach dari eksperimen membaca mahasiswa di Gothenburg.
1980-an1980 (Akar Filosofis): Seymour Papert menerbitkan “Mindstorms”. Ia memperkenalkan “prosedural thinking” lewat LOGO, meyakini komputer bisa mengubah cara anak berpikir.1980-an (Pengembangan): Noel Entwistle & Paul Ramsden mengembangkan alat ukur untuk mengetahui apakah siswa menggunakan pendekatan Deep atau Surface.
1990-an(Masa tenang). Komputer masuk sekolah lebih sebagai alat (ICT), bukan sebagai cara berpikir.1990-an (Aplikasi Kurikulum): John Biggs memperkenalkan Constructive Alignment, mengaitkan Deep Learning dengan cara guru mendesain tujuan dan asesmen.
2000-an2006 (Ledakan Populer): Jeannette Wing menerbitkan artikel “Computational Thinking”, mendefinisikannya ulang sebagai keterampilan dasar untuk semua orang, bukan hanya programmer.(Terus berkembang secara akademis di perguruan tinggi sebagai standar kualitas pembelajaran).
2010-an – KiniIntegrasi masif ke kurikulum sekolah dasar dan menengah di seluruh dunia (K-12).2014+ (Era Baru): Michael Fullan meluncurkan New Pedagogies for Deep Learning (NPDL), memperluas konsepnya menjadi kompetensi 6C untuk abad 21.

Perbedaan Inti dalam Pemicu Sejarah

Sejarah mereka didorong oleh motivasi yang berbeda:

1. Sumber Disiplin Ilmu

  1. CT (Berasal dari Ilmu Komputer): Sejarah CT lahir dari keinginan ilmuwan komputer (Papert, Wing) untuk “mengekspor” cara berpikir mereka yang efektif dalam memecahkan masalah kompleks ke dunia luar. Mereka berpikir, “Jika semua orang bisa berpikir logis seperti programmer, masalah dunia bisa lebih mudah dipecahkan.”
  2. DL Pedagogi (Berasal dari Psikologi Pendidikan): Sejarah DL lahir dari keprihatinan para peneliti pendidikan (Marton, Säljö) melihat mahasiswa yang lulus ujian tetapi tidak benar-benar paham. Mereka berpikir, “Mengapa ada siswa yang hanya menghafal (surface) sementara yang lain benar-benar mengerti (deep)?”

2. Fokus Perjuangan Awal

  1. Sejarah CT berjuang untuk melepaskan diri dari sekadar “belajar coding”. Perjuangan utamanya adalah meyakinkan pendidik bahwa CT bisa diajarkan tanpa komputer (CS Unplugged).
  2. Sejarah DL Pedagogi berjuang melawan sistem pendidikan tradisional yang terlalu fokus pada ujian standar dan hafalan fakta, yang secara tidak sengaja mendorong siswa untuk mengambil pendekatan dangkal (surface learning).

Kesimpulan Perbandingan

Secara historis:

  1. Computational Thinking adalah tentang ALAT berpikir baru yang diadopsi dari dunia teknologi.
  2. Deep Learning (Pedagogi) adalah tentang KUALITAS pemahaman yang ingin dicapai kembali dalam proses belajar manusia.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *