Konsultasi Asesmen
Pembelajaran Mendalam & Integrasi PID
Data Pembelajaran
Maks. 300 kata
Maks. 300 kata
Pilih Jenis Asesmen
Klik tombol di bawah untuk menyalin prompt dan membuka Gemini secara otomatis.
Prompt berhasil disalin!
Silakan Paste (Ctrl+V) di tab Gemini yang baru terbuka.
Kerangka kerja komprehensif mengenai asesmen dalam paradigma pendidikan baru, mendefinisikannya sebagai proses pengumpulan informasi untuk memahami kebutuhan belajar dan capaian siswa, bukan sekadar pelabelan nilai. Berlandaskan Permendikbud No. 21 Tahun 2022, asesmen harus dijalankan dengan prinsip berkeadilan, objektif, dan edukatif, memastikan umpan balik yang konstruktif bagi seluruh ekosistem pendidikan.
Secara strategis, dokumen membedakan asesmen berdasarkan fungsi menjadi Assessment as Learning (refleksi diri), Assessment for Learning (perbaikan proses), dan Assessment of Learning (evaluasi hasil), yang semuanya saling melengkapi. Dalam konteks Deep Learning, asesmen bertransformasi dari sekadar ujian hafalan menjadi evaluasi pemahaman mendalam dan penerapan kontekstual melalui teknik variatif seperti observasi, penilaian kinerja, proyek, dan portofolio.
Pemanfaatan teknologi digital ditekankan sebagai pendorong utama efisiensi dan interaktivitas, mulai dari tes otomatis hingga penggunaan kecerdasan buatan (AI). Intinya, dokumen ini mengajak pendidik bergeser dari orientasi sumatif menuju budaya asesmen formatif-reflektif yang terintegrasi dalam siklus perencanaan pembelajaran.
1. Definisi dan Landasan Filosofis Asesmen
Dalam dokumen ini, asesmen didefinisikan bukan sekadar sebagai “pemberian nilai”, melainkan sebuah proses pengumpulan dan pengolahan informasi. Tujuannya adalah untuk mengetahui kebutuhan belajar, capaian perkembangan, dan hasil belajar murid, Landasan hukum pelaksanaannya mengacu pada Permendikbud No. 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
2. Prinsip Utama Asesmen
Agar asesmen efektif dan bermakna, pelaksanaannya harus berpegang pada tiga prinsip utama:
- Berkeadilan: Penilaian tidak boleh bias. Pendidik harus memastikan latar belakang, identitas, atau kebutuhan khusus peserta didik tidak mempengaruhi penilaian.
- Objektif: Penilaian harus didasarkan pada data atau informasi faktual mengenai pencapaian perkembangan murid, bukan subjektivitas pengajar.
- Edukatif: Ini adalah prinsip yang krusial dalam paradigma baru. Hasil penilaian harus menjadi umpan balik (feedback) bagi pendidik, murid, dan orang tua untuk memperbaiki proses pembelajaran, bukan sekadar label akhir.
3. Klasifikasi Asesmen: Tujuan vs. Fungsi
Dokumen ini memberikan kerangka kerja yang sangat jelas dalam membedakan asesmen berdasarkan tujuannya (kapan dilakukan) dan fungsinya (untuk apa dilakukan).
A. Berdasarkan Tujuannya
- Asesmen Formatif:
- Tujuan: Memberikan informasi/umpan balik untuk memperbaiki proses belajar.
Waktu: Bisa dilakukan di awal pembelajaran (diagnostik) dan selama proses pembelajaran berlangsung.
- Asesmen Sumatif:
- Tujuan: Memastikan ketercapaian tujuan pembelajaran. Pada jenjang SD/Menengah, ini menjadi dasar penentuan kenaikan kelas dan kelulusan.
- Waktu: Dilakukan di akhir periode pembelajaran.
B. Berdasarkan Fungsinya (Paradigma Deep Learning)
Dokumen menekankan tiga fungsi asesmen yang saling terkait:
| Fungsi Asesmen | Deskripsi | Peran dalam Pembelajaran |
| Assessment as Learning | Asesmen sebagai proses pembelajaran itu sendiri. Fokusnya adalah refleksi diri murid. | Berfungsi sebagai Formatif. |
| Assessment for Learning | Asesmen untuk perbaikan proses. Fokusnya adalah memberikan data agar guru bisa menyesuaikan pengajaran. | Berfungsi sebagai Formatif. |
| Assessment of Learning | Asesmen pada akhir proses. Fokusnya adalah evaluasi pencapaian hasil. | Berfungsi sebagai Sumatif. |
4. Ragam Teknik Asesmen
Asesmen tidak harus selalu berupa tes tertulis. Dokumen ini menyajikan matriks teknik asesmen yang variatif sesuai karakteristik murid:
- Observasi: Mengamati perilaku dan aktivitas murid secara langsung.
- Kinerja (Performance): Menilai kemampuan murid melakukan tugas nyata/keterampilan proses.
- Projek: Menilai serangkaian aktivitas terencana yang menghasilkan produk.
- Portofolio: Kumpulan karya murid yang menunjukkan perkembangan dalam kurun waktu tertentu.
- Tes Tertulis & Lisan: Menguji pemahaman konsep melalui tulisan (pilihan ganda, isian) atau komunikasi verbal langsung.
- Penilaian Diri (Self-Assessment): Murid mengevaluasi hasil belajarnya sendiri21.
- Penilaian Antar Teman (Peer Assessment): Murid menilai performa temannya menggunakan rubrik yang disepakati.
5. Asesmen dalam Kontek Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Dalam kerangka Deep Learning, asesmen memiliki peran spesifik:
- Tidak hanya menilai penguasaan teori, tetapi menilai pemahaman konseptual mendalam, keterampilan berpikir kritis, dan penerapan di kehidupan nyata.
- Merupakan bagian dari siklus yang tidak terputus: Perencanaan -> Pelaksanaan -> Asesmen.
- Hasil asesmen digunakan guru untuk merefleksikan karakteristik peserta didik dan materi pelajaran guna menyusun perencanaan selanjutnya25.
6. Transformasi Digital dalam Asesmen
Dokumen memberikan inspirasi bahwa teknologi digital adalah katalisator untuk membuat asesmen lebih efisien dan interaktif.
Contoh Implementasi Digital:
- Pembuatan tes otomatis untuk efisiensi.
- Evaluasi orisinalitas tulisan (cek plagiasi).
- Tes formatif berbasis interaktif (kuis gamifikasi)
- Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial (AI) dalam merancang atau mengevaluasi
- Pengelolaan portofolio digital untuk rekam jejak siswa
- Penggunaan Google Forms untuk kuis singkat atau Google Classroom untuk pengumpulan bukti belajar.
Ringkasnya, dokumen ini mengajak pendidik untuk bergeser dari asesmen yang hanya berfokus pada “nilai akhir” (sumatif) menuju asesmen yang berpusat pada proses, refleksi, dan perbaikan berkelanjutan (formatif/reflektif) dengan bantuan teknologi digital.
1. Mengisi Data Pembelajaran
Di kolom sebelah kiri (atau bagian atas pada layar HP), Anda akan menemukan panel Data Pembelajaran. Isi data ini agar prompt yang dihasilkan spesifik untuk kebutuhan kelas Anda.
- Mata Pelajaran / Tema:
- Ketik nama mata pelajaran atau tema yang sedang diajarkan.
- Contoh: “IPAS Bab Ekosistem” atau “Matematika Perkalian Dasar”.
- Batasan: Maksimal disarankan 300 kata agar fokus.
- Jenjang Kelas:
- Klik menu dropdown (panah bawah) dan pilih kelas yang sesuai (Kelas 1 s.d. Kelas 6).
- Data ini penting agar AI menyesuaikan bahasa dan kompleksitas asesmen dengan usia siswa.
- Tujuan Pembelajaran (TP):
- Jelaskan apa yang ingin dicapai siswa setelah pembelajaran.
- Contoh: “Peserta didik mampu mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik dalam lingkungan sekitar.”
- Tujuan Asesmen:
- Pilih salah satu:
- Formatif: Jika penilaian dilakukan saat proses belajar untuk perbaikan (umpan balik).
- Sumatif: Jika penilaian dilakukan di akhir untuk menentukan nilai kelulusan materi.
- Pilih salah satu:
2. Memilih Jenis Asesmen & Membuat Prompt
Di kolom sebelah kanan, terdapat berbagai tombol jenis asesmen.
- Pilih Tombol: Klik salah satu tombol yang sesuai dengan kebutuhan Anda, misalnya:
- Asesmen Observasi: Untuk mengamati perilaku siswa.
- Tes Tertulis Pilihan Ganda: Untuk kuis objektif.
- Asesmen Proyek: Untuk tugas berbasis proyek jangka panjang.
- (dan pilihan lainnya).
- Proses Otomatis:
- Sesaat setelah Anda menekan tombol, Tab Baru browser akan terbuka secara otomatis menuju halaman Google Gemini (gemini.google.com).
- Secara bersamaan, sistem akan menyalin (copy) teks perintah lengkap ke dalam memori komputer Anda (clipboard).
- Akan muncul notifikasi hijau di layar aplikasi: “Prompt berhasil disalin!”.
3. Eksekusi di Google Gemini
Langkah terakhir adalah menggunakan teks yang sudah disalin di Google Gemini.
- Pindah ke tab Google Gemini yang baru saja terbuka.
- Klik pada kolom chat (tempat mengetik pesan).
- Lakukan Tempel (Paste):
- Windows: Tekan tombol
Ctrl+Vdi keyboard. - Mac: Tekan tombol
Cmd+V. - Klik Kanan: Klik kanan mouse di kolom chat, lalu pilih “Paste” (Tempel).
- Windows: Tekan tombol
- Teks prompt yang panjang dan detail akan muncul.
- Tekan tombol Kirim (Send) di Gemini.
- AI akan menganalisis permintaan Anda dan menyajikan instrumen asesmen, rubrik, dan tata cara integrasi PID sesuai data yang Anda inputkan tadi.

Leave a Reply