Perancangan Pembelajaran Mendalam
Konsultasi Berbantuan PID & AI
*Klik ‘Tambah’ untuk menambahkan sub-bab atau topik baru.
Sistem akan membagi tahapan belajar sesuai angka ini.
Konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) adalah sistem pendidikan holistik yang diadaptasi dari Four Elements of Learning Design, dengan tujuan utama membentuk profil lulusan yang beriman, kompeten, dan berkarakter. Pembelajaran ini berlandaskan tiga prinsip kunci: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Inti dari model ini menuntut siswa untuk tidak sekadar menerima informasi, melainkan terlibat aktif dalam siklus pengalaman belajar yang utuh: Memahami (mengonstruksi pengetahuan secara esensial), Mengaplikasi (penerapan dalam konteks kehidupan nyata), dan Merefleksi (evaluasi dan tindak lanjut mandiri).
Guru berperan merancang pembelajaran menggunakan kerangka kerja yang mengintegrasikan praktik pedagogis variatif, kemitraan kolaboratif, lingkungan belajar yang memuliakan, serta pemanfaatan teknologi digital. Dalam ekosistem ini, teknologi bukan sekadar alat, melainkan katalisator untuk menciptakan interaksi yang fleksibel dan kolaboratif. Secara keseluruhan, konsep ini menekankan transformasi dari transfer pengetahuan menuju konstruksi pengetahuan yang mendalam dan personal.
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Konsep ini diadaptasi dari Four Elements of Learning Design (Education in Motion). Berikut adalah penjelasan rinci dan mendalam mengenai struktur, prinsip, dan implementasi pembelajaran tersebut:
1. Inti Konsep: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Pembelajaran mendalam digambarkan sebagai sebuah sistem yang berlapis, di mana fokus utamanya adalah mencetak profil lulusan tertentu melalui proses yang sistematis. Struktur ini terdiri dari empat lapisan utama:
A. Dimensi Profil Lulusan (Fokus Utama)
Ini adalah pusat dari lingkaran pembelajaran. Semua kegiatan pembelajaran diarahkan untuk mencapai dimensi ini, yaitu:
- Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME.
- Kewargaan, Kreativitas, Penalaran Kritis, Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan, dan Komunikasi.
B. Prinsip Pembelajaran (Dasar Karakteristik)
Pembelajaran harus didasari oleh tiga karakteristik utama agar menjadi “mendalam”:
- Berkesadaran: Murid sadar akan apa yang dipelajari dan mengapa.
- Bermakna: Pembelajaran relevan dan memiliki arti bagi murid.
- Menggembirakan: Proses belajar harus menyenangkan.
C. Pengalaman Belajar (Proses yang Dialami Murid)
Ini adalah siklus aktivitas yang harus dilalui murid dalam pembelajaran. Terdiri dari tiga tahap:
- Memahami: Murid terlibat aktif mengkonstruksi pengetahuan untuk memahami konsep secara mendalam dari berbagai sumber (termasuk pengetahuan esensial, aplikatif, nilai, dan karakter).
- Mengaplikasi: Murid mengaplikasikan pemahaman secara kontekstual dalam kehidupan nyata (hidup, kehidupan, dan penghidupan) untuk menghasilkan kompetensi.
- Merefleksi: Murid mengevaluasi proses dan hasil, memaknai tindakan, serta menentukan tindak lanjut dan strategi belajar ke depan.
D. Kerangka Pembelajaran (Panduan Desain)
Ini adalah lapisan terluar yang menjadi panduan guru dalam menyusun desain pembelajaran, yang mencakup empat elemen:
- Praktis Pedagogis: Metode/strategi yang dipilih (misalnya: PBL, Inkuiri).
- Kemitraan Pembelajaran: Kolaborasi dengan pihak lain (antar guru, lintas kelas, orang tua, pakar, komunitas).
- Lingkungan Pembelajaran: Menciptakan iklim belajar (fisik atau virtual) yang aman, nyaman, dan saling memuliakan.
- Pemanfaatan Digital: Penggunaan teknologi untuk mendukung pembelajaran.
2. Peran Teknologi Digital dalam Pembelajaran
Dalam dokumen ini, teknologi digital bukan sekadar alat tambahan, melainkan katalisator.
- Fungsi: Menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, kontekstual, dan fleksibel.
- Implementasi:
- Perencanaan: Manajemen kelas digital, desain bahan ajar visual/infografis, penggunaan AI untuk ide.
- Pelaksanaan: Pembelajaran sinkronus/asinkronus, kolaborasi daring, simulasi, gamifikasi, dan perpustakaan digital.
- Sumber Belajar: Ketersediaan beragam sumber belajar digital menjadi peluang menciptakan pengetahuan bermakna.
3. Perencanaan Pembelajaran (Lesson Plan)
Dokumen ini menekankan bahwa perencanaan pembelajaran harus disusun dengan kriteria tertentu.
- Karakteristik Dokumen Perencanaan:
- Fleksibel: Tidak terikat bentuk baku, disesuaikan dengan konteks.
- Jelas: Mudah dipahami.
- Sederhana: Berisi hal pokok dan penting, “sederhana” berarti clear dan dapat dilakukan (bukan sekadar mudah).
- Alur Penyusunan:
- Menganalisis Capaian Pembelajaran.
- Menyusun Tujuan Pembelajaran dan Alurnya.
- Merencanakan Pembelajaran dan Asesmen.
4. Implementasi di Kelas
Pelaksanaan pembelajaran di kelas harus mengintegrasikan ketiga prinsip (berkesadaran, bermakna, menggembirakan) ke dalam pengalaman belajar.
- Guru melakukan refleksi terhadap karakteristik peserta didik dan materi sebelum mulai.
- Siswa aktif terlibat dalam siklus Memahami -> Mengaplikasi -> Merefleksi.
- Asesmen dilakukan secara berkelanjutan (awal, proses, akhir) untuk memastikan tujuan tercapai.
Secara keseluruhan, model pembelajaran ini menuntut pergeseran dari sekadar transfer pengetahuan menjadi proses konstruksi pengetahuan yang mendalam, personal, dan didukung oleh teknologi digital.
Panduan Penggunaan Aplikasi
Langkah 1: Pengisian Identitas & Taksonomi
Pada kolom sebelah kiri (Identifikasi Awal):
- Pilih Kelas: Tentukan kelas target (Kelas 1 s.d. 6) dari menu dropdown.
- Mata Pelajaran/Tema: Ketik nama mata pelajaran atau tema spesifik.
- Contoh: “IPAS – Bagian Tubuh Tumbuhan” atau “Matematika – Pecahan Sederhana”.
- Pilih Taksonomi: Pilih kerangka berpikir yang ingin digunakan (misal: Bloom Revisi untuk kognitif, atau Fink untuk pembelajaran bermakna).
Langkah 2: Menentukan Profil Lulusan
Pada kolom sebelah kanan (Dimensi Profil Lulusan):
- Profil Wajib: “Keimanan dan Ketakwaan” sudah otomatis terpilih.
- Kompetensi Tambahan: Centang kotak (checklist) pada kompetensi lain yang ingin dikuatkan dalam pembelajaran ini (misal: Bernalar Kritis dan Kolaborasi).
Langkah 3: Memasukkan Konten Materi
Pada bagian tengah bawah:
- Isi Materi: Tuliskan poin-poin materi atau ringkasan topik pada kotak teks yang tersedia.
- Tombol Tambah (Hijau): Jika materi Anda memiliki beberapa sub-bab atau poin yang panjang, klik tombol “Tambah” untuk memunculkan kotak input baru.
- Tombol Hapus (Merah): Gunakan ini jika Anda ingin membatalkan atau menghapus kotak input materi terakhir.
Langkah 4: Rancangan Asesmen (Opsional)
Pada bagian baru yang ditambahkan:
- Strategi Asesmen: Anda bisa mengosongkan bagian ini (biarkan AI yang merancang), atau Anda bisa memberikan instruksi khusus.
- Contoh instruksi: “Saya ingin asesmen formatif berupa kuis interaktif menggunakan Quizizz dan asesmen sumatif berupa proyek membuat poster.”
Langkah 5: Eksekusi (Generate Prompt)
- Klik tombol besar berwarna gradasi biru-cyan bertuliskan: “Konsultasi Perencanaan Pembelajaran Mendalam berbantuan PID”
- Apa yang terjadi setelah diklik?
- Sistem secara otomatis menyalin (copy) prompt panjang yang berisi instruksi pedagogi kompleks ke clipboard komputer/HP Anda.
- Akan muncul notifikasi “Prompt berhasil disalin!”.
- Sistem akan otomatis membuka tab baru menuju Google Gemini (gemini.google.com).
Langkah 6: Konsultasi dengan AI
- Di halaman Google Gemini yang baru terbuka, klik pada kolom percakapan (chat).
- Lakukan Tempel (Paste):
- Tekan Ctrl + V (pada Windows).
- Tekan Command + V (pada Mac).
- Atau Klik Kanan > Paste (pada Mouse).
- Tekan Enter atau tombol Kirim.
- Gemini akan bertindak sebagai konsultan ahli dan menyusunkan Rencana Pembelajaran Mendalam lengkap untuk Anda.

Leave a Reply