The Exam Transformer
Ubah Soal Ujian Kuno (Hafalan) → Tantangan Dunia Nyata (PjBL/Case Method)
1 Data Soal Lama
Alat ini akan menggunakan AI untuk mengubah soal Anda menjadi simulasi profesional menggunakan metode GRASPS (Goal, Role, Audience, Situation, Product, Standards).
2 Prompt Transformasi Siap Disalin
1. Panduan Akademik: The Exam Transformer
The Exam Transformeri merupakan kritik langsung terhadap paradigma pendidikan yang oleh Paulo Freire disebut sebagai Banking Concept of Education. Dalam model “Bank” tersebut, mahasiswa diperlakukan sebagai celengan kosong yang diisi fakta oleh dosen, dan “dipecahkan” saat ujian hanya untuk melihat seberapa banyak fakta yang tersisa. Ujian tradisional yang didominasi pertanyaan “Sebutkan dan Jelaskan” sering kali mereduksi kekayaan intelektual manusia menjadi sekadar kapasitas penyimpanan data—sebuah fungsi yang kini telah jauh lebih baik dilakukan oleh mesin pencari dan AI.
Aplikasi The Exam Transformer mendorong filosofi Authentic Assessment (Asesmen Otentik). Ia berangkat dari premis bahwa validitas sebuah ujian ditentukan oleh seberapa dekat ia mensimulasikan realitas profesional. Di dunia nyata, tidak ada atasan yang akan datang ke meja karyawan dan bertanya: “Sebutkan 5 teori manajemen!” Sebaliknya, atasan akan memberikan masalah: “Penjualan kita turun 20%, analisa datanya dan berikan strategi perbaikan besok pagi.” Alat ini membantu dosen menjembatani jurang epistemologis antara “pertanyaan akademis” yang steril dengan “tuntutan profesional” yang dinamis.
2. Pentingnya The Exam Transformer
Panduan Akademik: The Exam Transformer dibangun di atas pondasi Situated Learning Theory (Lave & Wenger), yang menyatakan bahwa pembelajaran paling efektif terjadi ketika “terletak” (situated) dalam konteks sosial dan fisik yang otentik. Soal ujian yang lepas dari konteks (decontextualized) gagal mengukur kemampuan mahasiswa dalam mentransfer pengetahuan ke situasi baru.
Secara operasional, algoritma prompt dalam aplikasi ini mengadopsi kerangka kerja GRASPS dari Wiggins & McTighe (Understanding by Design). Kerangka ini memastikan bahwa setiap tugas yang dihasilkan memiliki struktur yang lengkap dan menantang:
- G (Goal): Tujuan nyata dari tugas (misal: Meyakinkan investor).
- R (Role): Peran simulasi mahasiswa (misal: Konsultan Ahli).
- A (Audience): Siapa target audiensnya (misal: Dewan Direksi, bukan Dosen).
- S (Situation): Konteks masalah yang mengandung tantangan/ambiguitas.
- P (Product): Luaran kinerja (misal: Blueprint, Video Pitch, Laporan Audit).
- S (Standards): Kriteria keberhasilan yang objektif.
3. Metode dan Tutorial Penggunaan
Metode Kerja: Transformasi Prompt
Alat ini bekerja sebagai “penerjemah pedagogis”. Dosen memberikan input berupa soal kognitif tingkat rendah (LOTS), dan sistem akan membungkusnya dengan instruksi khusus (meta-prompt) yang memerintahkan AI untuk bertindak sebagai Pakar Industri dan mendesain ulang soal tersebut menjadi proyek GRASPS.
Tutorial Langkah demi Langkah
Langkah 1: Identifikasi Soal Lama (Input)
- Minta dosen membuka arsip soal UTS/UAS semester lalu.
- Cari soal yang paling “tradisional”. Ciri-cirinya: dimulai dengan kata “Jelaskan”, “Sebutkan”, “Uraikan definisi…”, atau “Apa yang dimaksud dengan…”.
- Salin soal tersebut ke kolom “Soal Ujian Lama” di aplikasi.
Langkah 2: Tentukan Target Kompleksitas
Pilih level transformasi sesuai kebutuhan asesmen:
- Case Method: Untuk diskusi kelas singkat (1 pertemuan). Outputnya berupa skenario masalah untuk memicu debat.
- Mini Project: Untuk tugas mingguan atau kuiz. Outputnya berupa tugas kelompok kecil.
- Major Project: Untuk pengganti UTS/UAS. Outputnya berupa proyek besar dengan deliverable produk nyata.
Langkah 3: Transformasi & Eksekusi AI
- Klik tombol “Transformasi Soal”.
- Aplikasi akan menyusun instruksi rinci bagi AI.
- Klik “Salin Prompt & Buka Gemini”.
- Tempel (Paste) di Gemini/ChatGPT.
Langkah 4: Validasi & Adaptasi
Hasil dari AI akan berupa “Brief Proyek” layaknya dokumen perusahaan. Dosen perlu membacanya dan menyesuaikan sedikit detail (seperti durasi waktu atau format pengumpulan) agar sesuai dengan logistik kelas masing-masing.

Leave a Reply