Kegiatan Pelatihan 3: Kill Your Darlings (Esensialisme Kurikulum)

·

·

Kill Your Darlings: RPS Declutterer

Kill Your Darlings

Kurangi “Lemak” Kurikulum. Fokus pada “Otot”.

Beban Tatap Muka
100%

Langkah 1: List Semua Materi

Salin semua topik pertemuan (Minggu 1-16) dari RPS Anda ke sini. Satu baris satu topik.

Filter Esensialisme

Nice to Know

Hanya wawasan tambahan. Jadikan Bacaan Mandiri/Video. Jangan bahas di kelas.

Important to Know

Penting, tapi pendukung. Jadikan Tugas/Kuis. Mahasiswa belajar dengan mengerjakan.

Enduring Understanding

Pemahaman Inti yg melekat seumur hidup. FOKUS TATAP MUKA (Deep Learning).

Materi yang Belum Dipilah (Klik Tombol untuk Memindahkan)

Hasil “Diet” Kurikulum

🥗

Selamat! Anda telah membuang 0% lemak perkuliahan.

RPS Anda sekarang lebih ramping dan siap untuk Deep Learning.

Prompt ini akan meminta AI membuatkan link referensi untuk materi “Buangan”, Tugas untuk materi “Pendukung”, dan Skenario Kasus untuk materi “Inti”.

1. Kill Your Darlings (Esensialisme Kurikulum)

Kill Your Darlings (Esensialisme Kurikulum)i berakar pada prinsip Esensialisme yang dipopulerkan oleh Greg McKeown, dengan premis dasar “Less but Better” (Sedikit tapi Lebih Baik). Dalam konteks pendidikan tinggi, istilah “Kill Your Darlings”—yang dipinjam dari nasihat sastra William Faulkner—mengajak dosen untuk memiliki keberanian intelektual membuang materi-materi “favorit” mereka. Seringkali, dosen mempertahankan topik tertentu hanya karena alasan sentimental, ego akademis, atau tradisi (“ini sudah diajarkan 20 tahun”), padahal materi tersebut tidak lagi memberikan nilai tambah signifikan bagi masa depan mahasiswa.

Filosofi ini menantang mitos bahwa “semakin banyak materi, semakin pintar mahasiswa.” Sebaliknya, kurikulum yang terlalu padat (bloated curriculum) adalah bentuk ketidakadilan pedagogis. Jika dosen menganggap semuanya penting, maka sesungguhnya tidak ada yang penting. Dengan melakukan pemangkasan radikal, kita mengembalikan marwah pendidikan dari sekadar “transfer informasi” (yang kini bisa dilakukan mesin) menjadi proses “konstruksi makna” yang mendalam. Ini adalah praktik asketisme akademis: membuang lemak informasi untuk memperkuat otot pemahaman.

2. Pentingnya Kill Your Darlings (Esensialisme Kurikulum)

Landasan utama alat Kill Your Darlings (Esensialisme Kurikulum) adalah Teori Beban Kognitif (Cognitive Load Theory) dari John Sweller. Kapasitas memori kerja manusia terbatas. Ketika mahasiswa dibombardir dengan ratusan fakta dalam satu semester, mereka mengalami Cognitive Overload, yang menghambat transfer pengetahuan ke memori jangka panjang. Hasil akhirnya hanyalah Surface Learning (belajar permukaan/sks: sistem kebut semalam) dan bukan Deep Learning.

Secara metodologis, alat ini mengoperasionalkan kerangka kerja Understanding by Design (UbD) dari Wiggins & McTighe. Mekanisme “Tiga Keranjang” dalam aplikasi ini adalah penerapan langsung dari prioritas kurikulum UbD:

  1. Nice to Know: Fakta-fakta yang cukup sekadar “pernah dengar”. Secara teoritis, ini tidak layak menghabiskan waktu tatap muka yang mahal.
  2. Important to Know: Pengetahuan dan keterampilan prosedural. Ini paling efektif dipelajari melalui Active Learning (Tugas), bukan ceramah.
  3. Enduring Understanding: Konsep inti (Big Ideas) yang memiliki nilai transferabilitas tinggi dan relevan seumur hidup. Inilah satu-satunya kategori yang layak mendapatkan porsi diskusi mendalam di kelas.

3. Metode dan Tutorial Penggunaan

Langkah 1: Input Tanpa Sensor (The Brain Dump)

Minta dosen membuka aplikasi RPS Declutterer.

  • Instruksi: “Salin seluruh topik pertemuan (Minggu 1-16) dari RPS lama Anda. Jangan diedit, jangan disensor. Masukkan semua ‘dosa masa lalu’ (materi yang menumpuk) ke dalam kotak input.”
  • Tujuan: Visualisasi beban awal agar dosen sadar betapa gemuknya kurikulum mereka.

Langkah 2: The Triage (Pemilahan Medis)

Dosen harus melakukan triase pada setiap topik yang muncul dengan tiga tombol:

  • Tombol Mandiri (Nice to Know): Klik ini jika materinya bersifat definis, sejarah, atau fakta yang mudah dicari di Google. Materi ini akan “dibuang” dari kelas dan dijadikan bacaan mandiri.
  • Tombol Tugas (Important to Know): Klik ini jika materinya adalah keterampilan teknis atau hapalan prosedural. Jangan diceramahkan! Ubah menjadi tugas atau proyek.
  • Tombol INTI (Enduring Understanding): Klik ini HANYA jika materi tersebut mengandung nilai filosofis, etika, ambiguitas, atau konsep sulit yang membutuhkan dialog antar-manusia.

Perhatikan “Load Meter” di pojok kanan atas. Jika warnanya masih Merah (100%), berarti dosen masih belum tega. Dorong mereka memangkas hingga meteran menjadi Hijau (60-70%).

Langkah 3: Rekonstruksi via AI

Setelah pemilahan selesai, klik “Selesai & Buat Draf Baru”.

Aplikasi akan menyusun Prompt Engineering khusus. Prompt ini tidak sekadar membuang materi, tetapi meminta AI untuk:

  1. Mencarikan Link Youtube/Jurnal untuk materi “Buangan” (agar mahasiswa tetap terfasilitasi belajar mandiri).
  2. Merancang Proyek untuk materi “Tugas”.
  3. Membuat Skenario Kasus/Debat untuk materi “Inti”.

Klik “Salin Prompt & Buka Gemini” untuk mendapatkan draf RPS baru yang ramping namun berbobot.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *