Integrasi Data Perencanaan
Generated Prompt
Ready to CopyPeta Jalan
Aplikasi Gen-LKPD berakar pada filosofi Student Agency (Kepemimpinan Murid). Dalam paradigma ini, LKPD bukan lagi dipandang sebagai sekadar lembar instruksi atau “kumpulan soal” yang harus dikerjakan secara pasif, melainkan sebagai Peta Jalan (Roadmap) bagi siswa untuk menavigasi proses belajarnya sendiri. Filosofi ini menggeser peran siswa dari “pelaksana instruksi” menjadi “pemilik proyek”. Selain itu, aplikasi ini memegang prinsip Koherensi Kurikulum, di mana niat pedagogis guru (yang tertuang dalam RPP/Gen-PjBL) dan standar kualitas (dalam Rubrik/Gen-Assess) harus terintegrasi secara nyata dalam aktivitas harian siswa. Gen-LKPD hadir untuk menutup celah (missing link) antara harapan guru dan eksekusi siswa di kelas.
Instructional Scaffolding
Secara teoritis, aplikasi ini mengoperasionalisasikan konsep Instructional Scaffolding dari Jerome Bruner dan Vygotsky (Zone of Proximal Development). AI diprogram untuk melakukan teknik chunking, yaitu memecah proyek besar yang kompleks (dari Gen-PjBL) menjadi langkah-langkah kecil yang terukur dan dapat dikelola oleh siswa. Lebih jauh, Gen-LKPD mengintegrasikan teori Self-Regulated Learning (Zimmerman) dengan menyisipkan mekanisme “Self-Monitoring”. Melalui fitur checkpoint yang dihasilkan AI, siswa dilatih untuk melakukan metakognisi—mengecek kualitas kerja mereka sendiri berdasarkan kriteria rubrik sebelum diserahkan. Ini menjadikan LKPD sebagai alat regulasi eksternal yang secara bertahap melatih kemandirian kognitif siswa.
Tutorial
Implementasi Gen-LKPD menggunakan pendekatan Sintesa Lintas-Dokumen (Cross-Document Synthesis), yang bekerja sebagai berikut:
- INPUT (Integrasi Sumber Daya): Keunikan metodologis aplikasi ini adalah ia tidak bekerja dengan input teks manual, melainkan melalui Link Integration.
- Sumber 1 (Skenario): Mengambil langkah-langkah kerja dari hasil aplikasi Gen-PjBL.
- Sumber 2 (Standar): Mengambil kriteria penilaian dari hasil aplikasi Gen-Assess.
- PROSES (Kontekstualisasi & Cross-Referencing): AI bertindak sebagai pengembang kurikulum yang membaca kedua dokumen tersebut secara simultan. Ia melakukan mapping: “Untuk langkah kerja X, kriteria penilaian mana yang relevan?”. AI kemudian membungkusnya dengan bahasa yang komunikatif dan memotivasi (gamification tone) sesuai usia siswa.
- OUTPUT (Panduan Belajar Mandiri): Hasilnya adalah dokumen LKPD siap pakai yang berisi:
- Misi Proyek: Tujuan pembelajaran yang dibahasakan sebagai tantangan menarik.
- Scaffolding Steps: Langkah kerja detil.
- Embedded Rubric Checks: Pengingat kualitas di setiap langkah (misal: “Cek Poin: Pastikan kesimpulanmu didukung 2 data, sesuai rubrik poin ‘Analisis’!”).

Leave a Reply