IKHLAS DARING MENCEGAH DARTING

Kemanapun langkah ini sampai, pembicaraanpun mengarah pada musibah massal yang kita alami bersama. Ketidakpercayaan, keniscayaan, kebencian, makian dan lain sebagainya lalu lalang dalam berbagai gawai yang dipegang individu. Pembicaraan mulai dari strata obrolan khas “warung kopi” hingga seminar internasional mengindikasikan kegelisahan dan upaya-upaya keluar dari kondisi pandemi. Kesadaran kita dalam menjalani kodrat alam ini diuji bahkan sampai titik nisbi di ujung kutub tertinggi dan terendah. Netralitas merupakan kondisi paling sulit disaat pihak-pihak secara terang-terangan mengungkapkan kekecewaan terhadap Teknologi yang tidak kunjung memberi solusi. Sehingga kemanapun Teknologi Pembelajaran ini digaungkan, tidak heran badai kekecewaan yang akan ditemukan disetiap tempat.

Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran perlu didudukkan dalam marwah yang sebenarnya. Ikhlas menerima cobaan musibah pandemi sebenarnya merupakan landasan spritual kita. Kodrat alam dari Allah SWT membutuhkan amalan-amalan perjuangan. Bagaimanapun hebatnya pemikiran ideal harus tetap beriringan dengan realitas. Teknologi Pendidikan secara makro dan Teknologi Pembelajaran secara mikro sebenarnya telah pada jalan perkembangannya. Seperti halnya teknologi Daring (dalam jaringan) telah mendapatkan pengakuan. Namun pada saat alam mengubah konstelasinya, perwujudan daring menjadi keranjang makian, bahkan penggunanya sempat mengalami Darting (darah tinggi). Marwah Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran telah dibenturkan dengan bayangan kondisi ideal yang normal. Padahal kondisi daring (yang merupakan humanisme baru/pasca humanisme) tidak sama dengan tatap muka (era humanisme dahulu). Kebingungaan, ketidakterimaan, ketidaksadaran (kegagalan sense of crisis) sebenarnya memberikan sumbangan pada darting. Teknologi daring merupakan wujud ikhtiar kita dalam menghadapi musibah massal untuk menemukan jalan keluar yang realistis. Namun darting dapat diredakan saat sang idialis mau menerima kehadiran yang realistiis (Ciek …. ciek …. ciek). Resep masakannya yang ditawarkan realistis saat ini adalah ikhlas dengan kondisi, berempati kepada siapapun yang mencari solusi dengan teknologi, tetap indah dengan satu gelombang spiritual bahwa setelah kesulitan akan muncul kemudahan. (Salam satu jiwa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *