Kegiatan Pelatihan 6: Bloom’s Taxonomy Upgrader

·

·

Bloom’s Taxonomy Upgrader

Bloom’s Taxonomy Upgrader

Transformasi CPL dari LOTS (Hafalan) ke HOTS (Berpikir Kritis) secara Instan.

Langkah 1 Input CPL Lama (Level Rendah)

*Hindari kata “Memahami”, “Mengetahui”, “Mengerti”. Masukkan saja di sini, biar kita perbaiki.

Langkah 2 Pilih Target Level (Upgrade ke mana?)

C1
Mengingat
LOTS
C2
Memahami
LOTS
C3
Menerapkan
MOTS
C4
Menganalisis
HOTS
C5
Mengevaluasi
HOTS
C6
Mencipta
HOTS

1. Bloom’s Taxonomy Upgrader

Bloom’s Taxonomy Upgrader hadir sebagai respons kritis terhadap fenomena Credential Inflation (Inflasi Gelar) dan Commoditization of Knowledge. Di masa lalu, kemampuan “mengingat fakta” (C1) dan “memahami konsep” (C2) adalah aset intelektual yang berharga. Namun, di era Artificial Intelligence, kemampuan dasar ini telah terkomodifikasi secara massal; mesin pencari dan AI Generatif dapat memanggil data dan menjelaskan definisi jauh lebih cepat, akurat, dan komprehensif daripada ingatan manusia manapun.

Oleh karena itu, mempertahankan kurikulum pendidikan tinggi yang masih didominasi oleh Lower Order Thinking Skills (LOTS) adalah sebuah kenaifan pedagogis, bahkan dapat dianggap sebagai bentuk “bunuh diri akademis”. Filosofi di balik Bloom’s Upgrader adalah keyakinan bahwa peran pendidikan tinggi harus bergeser secara radikal ke area yang sulit direplikasi oleh algoritma: Higher Order Thinking Skills (HOTS). Kita tidak lagi mencetak “Bank Berjalan” yang kaya hafalan, melainkan “Arsitek Solusi” yang mampu menganalisis ambiguitas, mengevaluasi etika di balik data, dan menciptakan nilai baru yang belum pernah ada sebelumnya.

2. Bloom’s Taxonomy Upgrader penting?

Bloom’s Taxonomy Upgrader mengoperasionalkan Taksonomi Bloom Revisi (Anderson & Krathwohl, 2001). Perbedaan fundamental dari versi revisi ini dibandingkan versi asli (1956) adalah perubahan dari kata benda ke kata kerja aktif, serta pergeseran posisi puncak piramida dari Evaluation menjadi Creating (Mencipta). Ini menegaskan bahwa puncak tertinggi dari proses belajar bukanlah sekadar mampu menilai, tetapi mampu menghasilkan karya nyata.

Dalam konteks Outcome-Based Education (OBE), musuh utama perumusan CPL adalah penggunaan kata kerja abstrak yang tidak terukur (Unobservable Verbs). Kata-kata seperti “Memahami”, “Mengetahui”, “Mengerti”, atau “Menyadari” dianggap sebagai “dosa” dalam asesmen karena terjadi secara internal di dalam otak dan tidak memiliki manifestasi perilaku yang jelas. Alat ini menerapkan prinsip Constructive Alignment dengan memaksa dosen memilih Kata Kerja Operasional (KKO) yang spesifik untuk setiap level kognitif, memastikan bahwa apa yang tertulis di kurikulum dapat dibuktikan melalui asesmen yang valid dan reliabel.

3. Metode dan Tutorial Penggunaan

Metode Kerja: The Cognitive Lift

Alat ini bekerja seperti sebuah “elevator” (lift) kognitif. Dosen sering kali mengalami kesulitan mental (mental block) untuk langsung menulis CPL tingkat tinggi. Metode yang digunakan aplikasi ini adalah “Incremental Upgrade”: Dosen diizinkan memasukkan input kasar (level rendah), lalu sistem akan memberikan scaffolding (bantuan) berupa prompt AI untuk menaikkannya ke level yang diinginkan.

Tutorial Langkah demi Langkah

Langkah 1: Input Tanpa Beban (Start Low)

Jangan terbebani untuk langsung menulis kalimat sempurna. Masukkan CPL lama Anda apa adanya ke dalam kolom input.

  • Contoh Input: “Mahasiswa memahami dasar-dasar manajemen risiko.” (Ini adalah level C2/Memahami yang abstrak).

Langkah 2: Pilih Target Kognitif (Aim High)

Tentukan target kompetensi lulusan Anda dengan mengklik salah satu kartu level:

  • C3 (Menerapkan): Pilih ini untuk mata kuliah vokasi/praktikum dasar.
  • C4 (Menganalisis): Standar minimal untuk Sarjana (S1). Mahasiswa harus bisa membedah struktur masalah.
  • C5 (Mengevaluasi): Mahasiswa harus bisa memberikan penilaian (judgement) kritis berdasarkan standar tertentu.
  • C6 (Mencipta): Target tertinggi. Mahasiswa merakit elemen-elemen menjadi struktur baru (Proyek/Produk).

Langkah 3: Eksekusi Transformasi

  • Klik tombol “Upgrade CPL via AI”.
  • Aplikasi akan menyusun instruksi pedagogis untuk AI.
  • Klik “Salin Prompt & Buka Gemini” dan tempel hasilnya di chatbot.

Langkah 4: Validasi Hasil

AI akan memberikan output berupa:

  1. Kalimat CPL Baru: (Misal: Dari “Memahami risiko” menjadi “Menganalisis profil risiko finansial menggunakan metode VaR”).
  2. Indikator Kinerja: Bukti spesifik pencapaian.

Ide Asesmen: Cara mengujinya (bukan lagi pilihan ganda, tapi studi kasus atau proyek).



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *