ANALISIS KOMPETENSI MINIMUM

·

·

Prompt Generator Stimulus AKM (Fase 1)

AKM Prompt Builder: Fase 1

Generator Prompt Stimulus Kontekstual Berbasis RTF

Format: Role – Task – Format

Parameter AKM

Parameter Tambahan (Opsional)

Prompt Siap Salin

Isi parameter di samping dan klik “Generate Prompt RTF”
Instruksi yang terstruktur akan muncul di sini.

Prompt Generator Kisi-Kisi AKM (Fase 2)

AKM Prompt Builder: Fase 2

Generator Prompt Pemetaan Kisi-Kisi & Level Kognitif

Lanjutan dari Fase 1

Data Sumber (Dari Fase 1)

Lengkapi parameter dan tempelkan teks stimulus dari Fase 1.

Prompt Siap Eksekusi (RTF)

Menunggu Input Stimulus

Tempelkan stimulus dari Fase 1 untuk
menggenerate prompt analisis kisi-kisi.

Prompt Generator Butir Soal AKM (Fase 3)

AKM Prompt Builder: Fase 3

Generator Prompt Penyusunan 5 Format Butir Soal (Eksekusi)

Tahap Finalisasi Instrumen

Data Estafet (Fase 1 & 2)

Gabungkan stimulus dan indikator agar AI membuat soal yang akurat dan relevan.

Prompt Siap Eksekusi (RTF)

Menunggu Data Estafet

Tempelkan Stimulus dan Kisi-Kisi di panel kiri
lalu klik rakit untuk menyusun prompt pembuatan soal.

Prompt Generator Rubrik & Kunci Jawaban AKM (Fase 4)

AKM Prompt Builder: Fase 4 (Final)

Generator Prompt Rubrik Ketercapaian & Kunci Jawaban

Validasi & Penskoran

Data Asesmen (Input)

Lengkapi parameter dan gabungkan hasil dari fase sebelumnya.

Prompt Siap Eksekusi (RTF)

Menunggu Instrumen Soal

Tempelkan Stimulus dan Soal di panel kiri
untuk menyusun kunci dan pedoman penskoran.

1. Filosofis: “Standarisasi Mutu dan Berpikir Kritis”

Secara filosofis, rangkaian alat ini dibangun untuk mengubah paradigma pembuatan soal dari sekadar “menguji ingatan” menjadi “menguji penalaran”.

  • Pendidikan yang Bernalar: Sistem ini bertujuan menciptakan soal yang memicu Higher Order Thinking Skills (HOTS) atau kemampuan berpikir tingkat tinggi. Artinya, soal-soal yang dihasilkan tidak hanya menuntut siswa menghafal, tetapi memahami, menganalisis, dan mengevaluasi.
  • Objektivitas Penilaian: Dengan menyediakan pedoman penskoran yang rigid hingga ke rubrik penilaian (skor 0-3), sistem ini menjunjung tinggi keadilan dalam penilaian, sehingga setiap siswa dinilai berdasarkan standar yang sama dan transparan.

2. Teoritis: “Konsep Akademik di Baliknya”

Sistem ini bekerja berdasarkan konsep-konsep pendidikan formal yang digunakan dalam asesmen nasional:

  • Framework RTF (Role-Task-Format): Semua fase menggunakan kerangka kerja prompt engineering RTF. Sistem memerintahkan AI untuk berperan sebagai ahli (Role), menjalankan tugas tertentu (Task), dan menyajikan hasil dalam struktur yang baku (Format).
  • Domain Kognitif: Sistem ini mengakomodasi teori domain kognitif, yaitu Literasi Membaca (Access & Retrieve, Interpret & Integrate, Evaluate & Reflect) dan Numerasi (Knowing, Applying, Reasoning).
  • Bentuk Soal yang Variatif: Secara teoritis, sistem ini memvalidasi bahwa asesmen yang baik tidak bisa hanya berupa pilihan ganda. Oleh karena itu, sistem ini memfasilitasi pembuatan variasi soal seperti Pilihan Ganda Kompleks (PGK), Menjodohkan, Isian Singkat, dan Uraian.

3. Metodologis: “Sistem Estafet”

Metodologi kerja sistem ini menggunakan pola “Pendekatan Estafet”. Artinya, hasil dari satu fase menjadi bahan bakar utama bagi fase berikutnya. Anda tidak bisa melompat ke akhir tanpa pondasi di awal.

  • Fase 1 (Diagnosa & Stimulus): Tahap awal yang fokus pada pembuatan “Stimulus”. Stimulus adalah bahan bacaan atau data yang menjadi dasar soal. Tanpa stimulus yang berkualitas, soal tidak akan bermakna.
  • Fase 2 (Pemetaan/Kisi-Kisi): Hasil stimulus dari Fase 1 dibedah di sini untuk menentukan indikator soal. Tahap ini memastikan soal yang akan dibuat nanti memiliki level kesulitan yang seimbang (Level 1, 2, dan 3).
  • Fase 3 (Eksekusi Soal): Menggabungkan stimulus (Fase 1) dan kisi-kisi (Fase 2) untuk menulis “butir soal” yang nyata. Di tahap ini, AI diarahkan untuk membuat soal dengan pengecoh (distraktor) yang logis.
  • Fase 4 (Validasi & Rubrik): Tahap final untuk menciptakan kunci jawaban, rasionalisasi/penjelasan mengapa jawaban itu benar, dan rubrik penilaian untuk soal uraian.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *