Baru Belajar di Era Baru

0 student

Bapak dan Ibu, serta rekan-rekan seprofesi dosen/pelatih/pengajar/. Perkenalkan nama saya Henry Praherdhiono. Keseharian saya pengajar di Universitas Negeri Malang jurusan Teknologi Pendidikan. Pada pelatihan Pedagogi Kontemporer bertujuan mewadahi aktifitas berbagi pengalaman mengajar yang selama ini telah kita jalankan bersama. Sehingga Pelatihan ini, jauh dari keinginan saya, untuk menggurui bapak dan ibu serta rekan-rekan seprofesi.
Bapak dan ibu, serta rekan-rekan seprofesi dosen/pelatih/pengajar. Kegiatan berbagi pengalaman mengajar dilakukan dalam enam segmen topik kegiatan yaitu 1) Membangun Kesepakatan Bersama, 2) Memfasilitasi Pembelajaran Bukan Menggurui, 3) Membahagiakan dengan memberi Pilihan, 4) Pininjauan Berkala, 5) Penilaian yang memerdekakan, 6) Bentuk Kemesraan dengan Umpan Balik. Ke-enam Segmen ini bukan harga mati, namun untuk mengelompokkan tema dalam kita melakukan kegiatan berbagi. Kiranya boleh juga ditambah dengan segmen tergantung permintaan.
Besar harapan kami, bahwa ruang pelatihan ini menjadi tempat kita berbagi dalam rangka untuk memajukan belajar dan pembelajaran. Semoga Allah SWT memberikan kita semua kebarokahan dalam pembelajaran kita. Amin

Salam satu jiwa
Henry Praherdhiono

  • Membangun Kesepakatan Bersama

    Pelajar dan fasilitator menyepakati beberapa hal yaitu 1) Pembelajar dalam perkuliahan 2) kerangka waktu untuk pembelajaran, 3) metodologi yang akan digunakan, 4) frekuensi tinjauan kemajuan dan 5) bentuk penilaian akhir (jika diperlukan). Kesepakatan dapat dilakukan secara verbal maupun didokumentasikan secara tertulis. Pebelajar kemudian dapat diingatkan tentang tanggung jawab mereka, jika rencana pembelajaran berjalan di luar jalur. Secara tegas perlu dinyatakan bahwa perjanjian bukan merupakan kontrak formal dan mengikat. Sebaliknya, perlu ada fleksibilitas yang tinggi, sehingga jika keadaan berubah, program pembelajaran dapat beradaptasi. Misalnya perlu diakomodasi tentang temuan aspek pembelajaran oleh pebelajar yang menurut mereka relevan atau menarik bagi mereka, dan mereka ingin mengubah fokus pembelajaran mereka

  • Memfasilitasi Pembelajaran Bukan Menggurui

    Orang yang akan memfasilitasi kemajuan pebelajar digambarkan sebagai fasilitator. Peran mereka adalah memastikan bahwa pebelajar perlu disediakan dengan panduan yang relevan untuk memastikan bahwa hasil pembelajaran akan dioptimalkan. Interaksi dengan pelajar juga dapat memberikan pembelajaran bagi fasilitator. Dosen dan guru yang berperan sebagai fasilitator secara teoritis mungkin mudah, namun secara praktis sangatlah sulit. Dosen dan guru harus memiliki minat dan filosofis bahwa kegembiraan belajar dihidupkan kembali ketika mereka menggunakan metode pembelajaran berpusat kepada mahasiswa/siswa menjadi lebih menarik. Dosen dan guru yang berkomitmen penuh untuk pembelajaran mereka dan rencana pembelajaran

  • Membahagiakan dengan memberi Pilihan

    Pilihan. Pebelajar, (seperti yang diharapkan mereka sendiri), memiliki jangkauan yang luas atau sempit dalam hal pembelajaran yang ingin mereka lakukan. Minat pebelajar memiliki perbedaan, Beberapa pebelajar ingin mendapatkan pemahaman mendalam tentang bidang yang sangat kompleks, sementara pebelajar yang lain memiliki kecenderungan belajar pada bidang pembelajaran yang lebih sempit. Peran fasilitator adalah membantu pelajar lebih jelas mendefinisikan apa yang ingin mereka pelajari. Fasilitator akan mempertimbangkan tiga hal: 1) relevansi, 2) pencapaian, dan 3) tingkat. Apa yang ingin dipelajari oleh pelajar harus relevan dengan program studi yang dipilihnya saat ini, topiknya harus sesuai dan bukan hanya menarik bagi pebelajar. Fasilitator harus mampu menghitung berapa banyak waktu yang tersedia untuk pelajar untuk melakukan pilihan jalan mereka. Juga sebagai fasilitator penting untuk menentukan tingkat sebagai ketetapan ruang lingkup pembelajaran yang dianggap sebagai capaian pembelajaran atau mendefinisikan capaian kesuksesan. Perlu dihindari dari fasilitator adalah Pendekatan pembelajaran berpusat pada guru yaitu memilihkan konten dan proses pembelajarannya.

  • Pininjauan Berkala

    Peninjauan. Definisi pembelajaran heutagogis mengasumsikan bahwa ketika orang diberikan pengetahuan dan keterampilan baru, ada kemungkinan bahwa pelajar akan mengembangkan wawasan baru yang tidak diketahui oleh fasilitator. Proses untuk memperoleh wawasan pebelajar atau pengalaman belajar sering kita definisikan sebagai pembelajaran. Pebelajar kemungkinan memiliki 1) pertanyaan baru, 2) tantangan dan 3) kemungkinan jalan lebih lanjut untuk mereka kejar. Sehingga penting bagi fasilitator untuk menemukan atau meninjau secara berkala tentang 1) kemajuan apa yang telah dibuat dan 2) apa kebutuhan baru pebelajar. Sesi peninjauan dapat melibatkan pertemuan yang disepakati dengan fasilitator sebagai individu atau kelompok, tatap muka atau menggunakan teknologi yang tersedia. Bisa pula melakukan kegiatan sinkron atau asinkron menggunakan Learning Management System. Tinjauan juga dapat tertanam dalam pengalaman belajar dengan meminta peserta terlibat dalam refleksi kelompok dan individu yang menghasilkan keluaran yang dapat dilaporkan.

  • Penilaian yang memerdekakan

    Penilaian. Umumnya proses dan kegiatan penilaian dilakukan pada akhir periode pembelajaran yang ditentukan, namun bisa saja diwujudkan penilaian dilakukan selama proses pembelajaran yang disepakati. Penilaian secara khusus merupakan pendekatan yang berpusat pada pebelajar. Labels: 3 Bentuk Kemesraan dengan Umpan Balik Umpan balik. Permasalahan umpan balik adalah merupakan cara mengarahkan pebelajar pada tindakan tertentu berdasarkan nasehat pengajar. Umpan balik bukan merupakan keharusan, namun mungkin lebih tepatnya mengajak diskusi secara informal di mana pebelajar dan fasilitator bertukar ide dan pengalaman yang dapat memberikan manfaat. Pebelajar dapat berbicara tentang tantangan yang dihadapi (dan mengatasi) dan kemampuan baru pebelajar, sementara fasilitator memperoleh informasi yang berguna tentang cara membimbing pebelajar di masa depan. Kegiatan ini dapat dilakukan dalam kelompok dan dapat menggantikan kuliah didaktik atau kegiatan kelompok yang direncanakan. Pertukaran pengalaman ini secara umum mengkonfirmasikan nilai pembelajaran yang dipelajari oleh pebelajar, sambil juga menawarkan wawasan tentang bagaimana pembelajaran di masa depan disepakati oleh kedua belah pihak, Label: 1 Skip Navigation Navigation Home Dashboard Site pages My courses Whiteboard-Animation Training-Teknologi Courses PELATIHAN Pelatihan Pembelajaran Daring FLe KTMO gamifikasi soaldaring Konten Daring tatapmaya PPD-ASSURE GZCM Pedakon Participants Competencies Grades General Membangun Kesepakatan Bersama Memfasilitasi Pembelajaran Bukan Menggurui Membahagiakan dengan memberi Pilihan Pininjauan Berkala Penilaian yang memerdekakan Bentuk Kemesraan dengan Umpan Balik KDPJJ-SEAMOLEC Panduan LMS SPADA Indonesia Mata Kuliah Daring Mata Kuliah Terbuka Materi Terbuka Sosialisasi Bimtek Skip Administration Administration Course administration Edit settings Turn editing on Users Filters Reports Gradebook setup Outcomes Backup Restore Import Reset Question bank Skip Peraturan Peraturan Permendikbud No 7 Tahun 2020 Panduan Konten Panduan Proses Panduan Sistem Paparan Merdeka Belajar Skip Sumber Belajar Terbuka Sumber Belajar Terbuka Kuliah Daring Rumah Belajar E-Moodul TV Edukasi

  • Bentuk Kemesraan dengan Umpan Balik

    Umpan balik. Permasalahan umpan balik adalah merupakan cara mengarahkan pebelajar pada tindakan tertentu berdasarkan nasehat pengajar. Umpan balik bukan merupakan keharusan, namun mungkin lebih tepatnya mengajak diskusi secara informal di mana pebelajar dan fasilitator bertukar ide dan pengalaman yang dapat memberikan manfaat. Pebelajar dapat berbicara tentang tantangan yang dihadapi (dan mengatasi) dan kemampuan baru pebelajar, sementara fasilitator memperoleh informasi yang berguna tentang cara membimbing pebelajar di masa depan. Kegiatan ini dapat dilakukan dalam kelompok dan dapat menggantikan kuliah didaktik atau kegiatan kelompok yang direncanakan. Pertukaran pengalaman ini secara umum mengkonfirmasikan nilai pembelajaran yang dipelajari oleh pebelajar, sambil juga menawarkan wawasan tentang bagaimana pembelajaran di masa depan disepakati oleh kedua belah pihak,

Instructor

Henry Praherdhiono

Free

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *